Moving?

Bikin blog lagi yok :D
isin sm isinya aku ._. beda sm blognya temen-temen laen yg gaul abis :3
oke, semoga ada waktu ^^

By mamadidi Posted in Uncategorized
DIsney Aladdin

a whole new world :)

I can show you the world

Shining, shimmering, splendid

Tell me, princess, now when did

You last let your heart decide?

I can open your eyes

Take you wonder by wonder

Over, sideways and under

On a magic carpet ride

A whole new world

A new fantastic point of view

No one to tell us no or where to go

Or say we’re only dreaming

A whole new world

A dazzling place I never knew

But when I’m way up here

It’s crystal clear

That now I’m in a whole new world with you

Now I’m in a whole new world with you

Unbelievable sights

Indescribable feeling

Soaring, tumbling, freewheeling

Through an endless diamond sky

A whole new world

Don’t you dare close your eyes

A hundred thousand things to see

Hold your breath – it gets better

I’m like a shooting star

I’ve come so far

I can’t go back to where I used to be

A whole new world

Every turn a surprise

With new horizons to pursue

Every moment red-letter

I’ll chase them anywhere

There’s time to spare

Let me share this whole new world with you

A whole new world

That’s where we’ll be

A thrilling chase

A wondrous place

For you and me

A Whole New World – OST Disney Aladdin

hujan, kuat dalam dimensi

hari ini hari Selasa, 9 November 2011 hujan tidak berhenti dari kemarin malam hingga subuh. pukul 3 di hp, bangun karena tugas presentasi. dengan terkaget karena masih hujan. dingin ~

langit semakin terang, malas ke kampus sebenarnya. tiba-tiba teringat.

hujan seperti apapun, untuk tugas, sekolah, rapat, dan amanah lain yang menunggu, denny sama zia nggak akan takut nerobos. nggak akan males. dua perempuan luar biasa itu kuat dalam dimensinya sendiri.

sepertinya aku juga akan kuat dalam dimensiku sendiri. terobos hujaaaaannnnn :D

Semangkuk doa untuk Nezha :)

bismillahirrahmanirrahim

ya Rabb, aku tahu semua akan mengalami waktu-waktu sulit yang berbeda. kali ini izinkan aku berdoa untuk seorang partner luar biasa yang akan menjadi orang yang juga luar biasa.

namanya nezha. aku ingat menemukannya di suatu hari yang melelahkan. penuh dengan amanah dan tugas. Allah, kupikir ia seperti yang lain. menyerah dari medan saat dirinya sendiri terancam.

tapi bukan itu yang dilakukannya. dia survive. hingga sempat aku menggantungkan sebagian harapku padanya.

nezha yang tingkah lucunya berhasil mendelete rasa lelah. mezha yang pandangannya berbeda. nezha yang berani memilih zona kritisnya sendiri di IPS. nezha yang teguh dengan pendiriannya. nezha yang luar biasa kuatnya. nezha yang memiliki cita-cita setinggi bintang. nezha yang tak menyerah dan menjadi dirinya sendiri dengan derajat yang pas hingga ia tak hilang jalan.

Allah, aku yakin Kau pun akan bangga padanya seperti yang kualami kini.

aku tau Kau akan memberinya yang terbaik dengan memberi banyak ujian. hanya… ia butuh sedikit saja semangat. kalau aku bisa, akan kutransfer semua semangat yang kumiliki sekarang. maka dengan ini Allah, sampaikan salam rindu dan titipan semangatku untuknya. aku tau ia akan melewatinya dengan baik. jauh lebih baik dari apa yang bisa ia bayangkan.

Engkaulah Allah, sumber dari segala jalan untuknya.

aku hanya ingin berdoa agar ia mendapat yang terbaik. bagaimanapun caranya aku tau Engkau yang lebih paham bagaimana semestanya bekerja.

suatu hari ia akan menangis. suatu hari ia akan merasa ingin mundur. suatu hari ia akan lelah. suatu hari ia akan mengalami banyak sekali waktu yang sulit. tapi aku tau aku tak perlu khawatir. ia memilikiMu. ia memiliki Dzat yang Maha Segalanya. ia memiliki apa yang ia butuhkan. sungguh Allah, ia memiliki lebih dari cukup untuk bekal perjalanan.

aku tau, ia tidak akan pernah rugi. karena lewat cerita inilah ia akan mendekat dan lebih mengenalMu.

wallahu a’lam bish shawab.

Kota Pahlawan

19 Oktober 2011

By mamadidi Posted in Uncategorized Tagged ,

Prioritas dan Prestise

Hidup di dunia perkuliahan memang bukan hal yang mudah bagi kami, para mahasiswa baru. Mengapa? Saya pribadi merasakan banyak sekali hal yang jauh berbeda dari hidup kami di dunia SMA. Pulang malam, tugas menggunung dengan banyaknya materi untuk ujian, belum lagi amanah-amanah yang berkejar-kejaran di pikiran. Rada sumpek gitu lho pembaca. Jadi berasa sesuatu banget.

Tapi kemudian saya merenung sendiri. Apa pantas seorang pemudi yang seumur jagung seperti saya dan teman-teman mahasiswa baru lainnya merasa sumpek dengan pepatnya jadwal kami? Apa pantas bibit-bibit pemimpin seperti kami merasa jenuh dan kemudian mengeluh? Keluhan itu wajar asal tidak berlebihan. Tapi untuk selebihnya, jawaban pasti saya, tidak. Mengapa? Kami semua melakukan banyak sekali hal yang insya Allah positif. Yah meski sedikit dipengaruhi oleh bayang-bayang poin SKP (Sistem Kredit Prestasi), namun inti dari kegiatan-kegiatan tersebut saya rasa tidak akan miss dari tujuannya.

Sekarang pertanyaannya, samakah semuanya dengan saat kita semua masih memakai putih abu-abu?

Kalau saya pribadi sih menjawab tidak.

Kami mahasiswa sudah dituntut untuk melakukan banyak sekali perubahan dan digantungi ribuan harapan oleh masyarakat. Makanya di dunia kampus sendiri, ormawa-ormawa (Organisasi Mahasiswa) sudah gencar memburu junior-junior yang bermuka polos dan menyimpan banyak potensi dalam diri mereka. Dan rata-rata dalam setahun, program kerja yang ingin mereka wujudkan bisa berbilang puluhan. Dan saya sangat ingin jujur sekali (contoh kalimat tidak efektif) menjadi junior yang diburu itu membuat galau.

Di mata saya, ormawa-ormawa tersebut mengimingi-imingi permen yang invisible. Yang manfaat dan kesenangannya akan terasa setelah beberapa waktu serta long last. Namanya mahasiswa baru, ketertarikan untuk mencoba banyak hal itu pasti ada. Dan disitulah letak galaunya. Apalagi untuk mantan-mantan siswa yang dulunya hampir tidak pernah nganggur di rumah dan disibukkan dengan hari-hari yang penuh dengan rapat.

Maka marilah kita kembali pada dua konsep yang ingin saya angkat kali ini. Antara prioritas dan prestise, manakah yang anda pilih?

Saat bergabung dengan suatu organisasi, secara otomatis kita akan terikat dengannya. Hal itu menimbulkan prioritas yang kemudian mengalami pergeseran sedikit demi sedikit seiring waktu yang kita habiskan untuk belajar dalam organisasi tersebut. Seperti sekolah, semakin lama waktu yang kita habiskan untuk belajar, semakin banyak ilmu yang kita serap, semakin tinggi pula jenjang dan kedudukan yang kita dapatkan. Seakan naik kelas. Dan bisa ditebak, di akhir kita juga akan menerima prestise sesuai dengan apa yang pernah kita berikan untuk proses belajar tersebut.

Anda sudah mendapat keduanya kan kalau begitu?

Tunggu dulu pembaca, tangga prioritas itu memiliki penghuninya yang sudah senior. Tentu saja ia akan mengalah kepada prioritas junior yang anda sukai. Saat anda telah lupa pada si senior, ia tidak akan keberatan untuk diduakan, ditigakan, apalagi diabaikan. Tidak. Ia akan dengan senang hati mundur. Tentu saja dengan resiko. Anda akan kehilangan (dalam tempo atau selamanya) prioritas dan prestise yang sudah anda dapatkan sejak lama.

Lalu bagaimana?

Maka putuskan bagaimana tangga prioritas anda berakhir. Saya yakin anda tidak akan kehilangan. Bukan hal yang bijak jika harus menggandeng puluhan organisasi tersebut dan mengabaikan apa yang harusnya menjadi kewajiban. Kecuali anda memang merasa mampu untuk meng-handle semuanya dengan baik. Jangan teriming-iming dengan prestise seberapapun menariknya ia. Buatlah pilihan, jadikan beberapa hal baru tersebut untuk menjadi prioritas junior yang tidak membuat si senior terabaikan.

Menutup artikel singkat ini, izinkan saya mengutip sebuah percakapan antara saya dan sahabat.

(Pengumuman open recruitmen sebuah organisasi, saya berpandangan dengan sahabat yang berada di samping tempat duduk)

Saya                : Mau ikut kamu?

Sahabat          : Nggaklah, Di. Kalau ikut, sama aja aku men-delete waktuku sama Kenzie (adiknya yang masih bayi).

Saya                : (tertawa, kembali mengingat semua kenangan saat saya harus berjuang dengannya di SMA)

Wallahu a’lam bish shawab.

 

Kota Pahlawan

18 Oktober 2011, 22.46 WIB

Diana Pratiwi – 011112013

Pendidikan Bidan 2011

mother

Japanese in Romaji lyrics

Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen Boku wa nantoka yattemasu…

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni Tooku ni iru to sabishiku kanji
Anata wa sonna sonzai Donna mondai mo Mi wo kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku boku no karada de

Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan sara ni shigoto shi
Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika MotomenakattanoAnata yo
Atarimae sugi wakaranakatta Hitori de kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa Sore wo omoeba Kyou mo boku ganbareru sa

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

“Ashita asa shichi-ji ni okoshite” to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku wa
Neboke nagara ni iu kotoba wa “Urusee!”
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu sezu ni
Anata Mainichi okoshite kureta
Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta

Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURUyasumi “Ikitakunai” to ii
FUton kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo ryoute de ooikakushi
Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita
Sono toki boku wa “Nante baka na koto wo shitan da” to jibun semeta

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Kanshashitemasu My Mother

Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto nante Kono yo ni nai no dakara
Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku ikiru koto Kore dake wa mamoru
Kore dake wa…

Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no haha de yokatta
Itsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai
Boku wa anata no ikiutsushi dakara…

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite
Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no oyakoukou uketoru shigoto ga…

 

English Translation

Lyrics: Naoki Takada
Music: Naoki Takada & Shintaro “Growth” Izutsu

Hi Mother, Dear Mother, how are you doing?
Sorry I haven’t called recently, I’m getting by okay…

*Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that supported me

Even though I grow impatient when I’m near you
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness of anyone I know
You would always be concerned over my well-being before your own

Cooking, doing the laundry, cleaning, raising a child
You even worked during your free time
You would only require things from the lowest places
I didn’t understand even though it was so obvious
It wasn’t until I started living by myself that I understood
Whenever I think of how much you’ve accomplished
And how hard it must have been, I feel like I can try my best today

(Repeat*)

I’d say, “Wake me up at seven a.m.”
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm clock

But then one day I skipped school and said, “I don’t wanna go”
I wouldn’t leave my futon and you stood in front of me
Hid your face with both hands and cried loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How could I be so stupid?”

Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother

I know there’s nothing more painful in the world
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than you
I’ll make sure of it…

I’m glad I’m your child
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…

(Repeat*)

Be my mother forever
Be well forever
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and respect for you…

 

 

Mother – SEAMO

Source: http://www.quartet4.net

antara dua tidur siang

Ramadhan ini alhamdulillah saya tidak ketinggalan start. Karena saya berkesempatan menikmati 3 hari puasa di awal bulan ini. Selajutnya hingga saya menulis ini, alhamdulilah lagi Allah memberi saya istirahat untuk berpuasa. Dan jujur saja, mendapat tamu ketika ghirah ibadah saya sedang meluap, cukup membuat saya bingung.

Dan inilah yang terjadi diantara dua tidur siang saya.

Adakalanya saya sangat sangat sangat malas untuk melakukan sesuatu. Jadi alhasil saya hanya nongkrong di depan laptop. Ya maen game, nonton film, dengerin lagu, nulis-nulis gak jelas.

Inilah menjengkelkannya liburan. Selain pemasukan dari uang saku berhenti, jadwal saya secara lahir batin juga jadi jungkir-balik. Sejak diterimanya saya di uiversitas X, saya memiliki waktu luang yang cukup lapang sekali untuk bersantai. Dan efeknya bukan dalam waktu dekat. Tapi ketika jadwal lahir batin saya mulai penuh dan berdesakan, saya akan jatuh bangun menyesuaikan. Semoga saya segera memiliki jadwal yang kembali penuh dan berarti. Amin :)

Kembali pada topik.

Saya yang ketika hari itu dari pagi sampai siang hanya nongkrong di depan laptop, saat siang datang dan jadwal tidur siang menyapa, saya terus merasa bersalah. Saya, yang hanya nongkrong saja di depan laptop merasa sangat tidak pantas untuk tidur siang. Wong saya lho secara KBBI tidak melakukan sesuatu yang berarti untuk siapapun. Untuk diri sendiri iya, lha untuk orang lain apalagi orang tua saya yang bekerja all day? Saya yakin seratus persen yakin, haqqul yaqin (menurut saya sendiri) tidur siang yang saya lalui saat itu benar-benar tidak nyaman.

Berbeda ketika saya, yang ketika di hari lain harus melalui serangkaian kegiatan yang nyata (dalam bentuk dan arti). Misal ketika di hari itu saya, dari pagi sampai bedug dzuhur ditabuh, masih berkutat membantu mama papa di toko yang Alhamdulillah sekarang bertambah ramai setiap harinya. Dan di hari itu, ketika tidur siang kembali menyapa saya, saya merasa berhak. Sekali lagi, saya merasa berhak untuk tidur siang. Karena saya merasa telah menghabiskan energy, waktu, dan pikiran untuk  sesuatu yang insya Allah bermanfaat. Berbeda dengan yang sebelumnya, saya akan sangat tenang untuk tidur siang kali ini.

Terakhir, saya terus berdoa agar senantiasa dipertemukan dengan tidur siang saya yang tenang dan berarti :)

I Believe …

When you’re searching for the light
And you see no hope in sight
Be sure and have no doubt
He’s always close to you

He’s the one who knows you best
He knows what’s in your heart
You’ll find your peace at last
If you just have faith in Him

You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
My biggest wish is to see you one day

I believe

I believe
Do you believe, oh do you believe?

Coz I believe
In a man who used to be
So full of love and harmony
He fought for peace and liberty
And never would he hurt anything
He was a mercy for mankind
A teacher till the end of time
No creature could be compared to him
So full of light and blessings

You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
If God wills we’ll meet one day

If you lose your way
Believe in a better day
Trials will come
But surely they will fade away
If you just believe
What is plain to see
Just open your heart
And let His love flow through

I believe I believe, I believe I believe
And now I feel my heart is at peace

I believe I believe, I believe I believe

Maher Zain feat Irfan Makki -  I Believe

profesi dan prestise.

Menanti pengumuman SNMPTN 2011, jujur saya tidak memiliki kegiatan yang cukup menyita. Ya hanya sekedar pekerjaan ringan di rumah. Dan melewati beberapa waktu di dalamnya, saya mengamati dua sudut pandang berbeda yang akhirnya memberi satu pertanyaan lucu untuk saya (atau mungkin anda tertarik untuk menjawabnya). Lebih penting mana antara profesi dan prestise di mata anda?

Mari saya jelaskan.

Setelah perundingan lama dengan papa saya untuk menentukan jurusan, kami sampai pada sebuah yang dirasa paling tepat untuk dipilih. Atas kesepakatan kami, strata satu kebidanan sebuah universitas negeri pun dijadikan target.

Satu yang membuat nyali ciut adalah jumlah mahasiswa yang dipilih melalui jalur tulis (biaya murah) hanya 30 orang. Dan dalam masa penantian setelah ujian tulis itulah saya menjumpai papa saya yang khawatir dan secara tidak langsung meng-order saya untuk apply di banyak sekolah seperti tidak percaya bahwa saya akan lolos.

Fenomena pertama, kami banyak berbincang tentang universitas/sekolah mana saja yang kira-kira masih memiliki peluang untuk dimasuki. Ketika sampai pada univ/sekolah yang kurang menonjol, papa saya langsung say no. Padahal dengan jurusan yang sama. Saya pikir sekolah dimana saja asal ditekuni dengan baik, pasti akan sukses. Kembali saya dihadapkan pada papa yang berpikiran berbeda.

Pada umumnya, orang tua sering sekali membanggakan anaknya di depan orang-orang. Dan papa saya termasuk satu di dalam orang tua pada umumnya tersebut. Jadi sepertinya saya tahu salah satu alasan mengapa papa saya begitu ‘say no’ pada univ/sekolah yang tidak bonafit di matanya padahal dengan jurusan yang sama. kan siapa tahu saya lebih berjodoh di univ/sekolah tersebut.

Fenomena kedua, kunjungan saya pada salah satu rumah seorang sahabat kembali membawa sebuah pernyataan mengagumkan. Sebut saja sahabat saya itu si A.

Ibu si A, yang kebetulan sangat menyenangkan, datang ke kamar saat saya ngobrol ngalor-ngidul dengan anaknya. Dan setelah kami berbincang bertiga, sampailah si ibu pada sebuah statement yang membuat fenomena kedua terjadi.

‘kalo bisa masuk kebidanan universitas X (yang tadi saya bilang negeri itu) itu very good lah ya. Tapi andai nggak masuk, tante rasa dapet kebidanan manapun itu nggak masalah. Soalnya kamu udah cocok banget Di sama kebidanan itu. Kan nggak ada ya ceritanya ibu mau melahirkan trus milih saya maunya melahirkan di bidan yang S1 universitas X.’

Saya tertawa. Bener juga ya.

Lalu sampailah saya pada kesimpulan. Satu-satunya jalan adalah saya harus mendapat keduanya dengan memasuki kebidanan universitas X. saya, yang ketika memikirkan itu semua sedang dalam masa penantian, tidak berani sama sekali membuka blog (takut ketagihan nulis ._.) akhirnya hanya iseng memikirkan dua fenomena ini.

Dan Alhamdulillah, Allah menjawab apa yang saya pikirkan. Saya diterima.

to the sky :)

Dada, dada, dadadadadadada
Dada, dada, dadadadadadada

Shipwreck in the sea of faces,
There’s a dreamy world up there,
Dear friends in higher places,
Carry me away from here,
Travel light let the sun eclipse you,
‘Cause your flight is about to leave,
And there’s more to this brave adventure,
Than you’d ever believe,

Birdseye view, awake the stars ’cause they’re all around you,
Wide eyes will always brighten the blue,
Chase your dreams, and remember me, speak bravery,
’cause after all those wings will take you, up so high,
So bid the forest floor goodbye, as you brace the wind and,
Take to the sky… you take to the sky

Dada, dada, dadadadadadada
Dada, dada, dadadadadadada

On the hills of lore and wonder,
There’s a stormy world up there,
You can’t whisper above the thunder,
But you can fly anywhere,
Purple burst of paper birds this,Picture paints a thousand words,
So take a breath of mist and mystery,
And don’t look back!

Birdseye view, awake the stars ’cause they’re all around you,
Wide eyes will always brighten the blue,
Chase your dreams, and remember me, speak bravery,
’cause after all those wings will take you, up so high,
So bid the forest floor goodbye, as you brace the wind and,
Take to the sky… (you take to the sky)

There’s a realm above the trees,
Where the lost are finally found,
Touch your feathers to the breeze,
And leave the ground,

Birdseye view, awake the stars ’cause they’re all around you,
Wide eyes will always brighten the blue,
Chase your dreams, and remember me, speak bravery,
’cause after all those wings will take you, up so high,
So bid the forest floor goodbye, as you brace the wind and,
Take to the sky… you take to the sky…(you take to the sky)

Dada, dada, dadadadadadada
Dada, dada, dadadadadadada

You take to the sky.

To the Sky – Owl City